Foto: Kabiddokkes Polda Sulbar AKBP DR. dr. Elvis Jeferson, M.Adm.Kes, Sp.B Memimpin Pembentukan Tim Efektif KETUK DOORS TBC Polda Sulawesi Barat.
MAMUJU, SULBAR INFO –Tingginya beban penyakit Tuberkulosis di Indonesia yang mencapai 1,06 juta kasus pada 2024 menjadi perhatian serius Polri. Menjawab tantangan tersebut, Biddokkes Polda Sulawesi Barat membentuk Tim Efektif untuk menjalankan program “KETUK DOORS TBC” dengan melibatkan Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan.
Hal itu disampaikan AKBP Dr. dr. Mauluddin M, S.Sos, Sp.F, MH, Dokter Forensik Biddokkes Polda Sulbar, dalam Forum Pembentukan Tim Efektif sebagai persiapan Rancangan Proyek Perubahan (RPP) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XV Berdaya Saing Global Tahun 2026 Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta Kemenkes RI di Aula Biddokkes Polda Sulbar Mamuju, Kamis (31/7/2026).

“Saat ini kita menghadapi 4 (empat) isu besar, yaitu (1) Beban penyakit masih tinggi. (2) Literasi masyarakat rendah karena masih ada stigma dan hoaks. (3) Diagnosis terlambat karena pasien datang saat sudah berat. (4) Kepercayaan publik menurun karena skrining dianggap menakutkan,” jelas AKBP Mauluddin.
Menurutnya, KETUK DOORS TBC hadir sebagai solusi strategis berbasis public trust. Program ini menugaskan Bhabinkamtibmas untuk mendatangi rumah warga secara door to door guna memberikan edukasi, skrining gejala, dan rujukan ke Puskesmas.
“Kita ubah narasinya. Dari Pemeriksaan TBC menjadi Pemeriksaan Kesehatan Paru Gratis bersama Bhabinkamtibmas. Tujuannya menghilangkan stigma. Ketika yang ketuk pintu adalah aparat yang dikenal dan dipercaya warga, maka komunikasi akan lebih efektif,” terangnya.
AKBP Mauluddin menambahkan, Bhabinkamtibmas masuk dalam kategori komunikator yang dipercaya bersama Tokoh Agama, Guru, dan Kader TBC. Dalam pelaksanaannya, program ini menggunakan pendekatan omnichannel yaitu door to door, WA Blast RT, media sosial, Posyandu, hingga Pengajian.
“Target sasarannya jelas. Primer: orang bergejala dan kontak serumah. Sekunder: keluarga dan RT. Tersier: media dan ormas. Dengan model ini kita harapkan penemuan kasus bisa lebih awal, pengobatan lebih cepat, dan penularan bisa ditekan,” ujarnya.

Ia menegaskan, peran Bhabinkamtibmas tidak hanya sebatas menjaga keamanan. “Saat ini Bhabinkamtibmas juga menjadi duta kesehatan. Ini bentuk nyata POLRI hadir untuk masyarakat. Mari bersama ‘Ketuk Pintu, Buka Jalan Menuju Indonesia Bebas TBC 2030’,” pungkasnya.
Program KETUK DOORS TBC Polda Sulbar nantinya akan disosialisasikan oleh Direktorat Pembinaan Masyarakat (DITBINMAS) Polda Sulbar ke seluruh jajaran Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polda Sulbar dan akan bersinergi dengan Dinas Kesehatan setempat.
Tentang Biddokkes Polda Sulbar.
Biddokkes Polda Sulawesi Barat merupakan unsur pendukung yang saat ini dipimpin oleh Kabiddokkes Polda Sulbar AKBP Dr. dr. Elvis Jeferson, M.Adm.Kes, Sp.B.
Biddokkes bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada anggota Polri, ASN Polri, dan masyarakat umum serta menjadi penggerak program kesehatan strategis POLRI di wilayah Sulbar.



Comment