News
Home » Berita » MAHASISWA KEPERAWATAN FORENSIK POLTEKKES KEMENKES MAMUJU DAMPINGI DOKTER RS BHAYANGKARA PERIKSA TEMUAN JENAZAH MATI WAJAR

MAHASISWA KEPERAWATAN FORENSIK POLTEKKES KEMENKES MAMUJU DAMPINGI DOKTER RS BHAYANGKARA PERIKSA TEMUAN JENAZAH MATI WAJAR

MAMUJU, SULAWESI BARAT – Peran tenaga Keperawatan Forensik kembali dibuktikan di lapangan. Sejumlah mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Forensik Poltekkes Kemenkes Mamuju diterjunkan untuk mendampingi tim Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Barat dalam proses pemeriksaan jenazah seorang warga perempuan inisial L, 56 tahun.

Jenazah ditemukan pertama kali oleh tetangga di kediamannya, Jalan Cik di Tiro, Mamuju, dalam kondisi sudah memasuki tahap awal pembusukan. Bau tidak sedap yang tercium dari dalam rumah menjadi petunjuk awal bagi warga untuk melapor.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban terakhir kali menghubungi pihak keluarga pada Jumat malam dan menyampaikan keluhan badan tidak enak serta demam.

Olah TKP Hingga Pemeriksaan Radiologi Forensik
Tim yang dipimpin AKBP. Dr. dr. Mauluddin, M.Biomed, Sp.FM, Dokter Spesialis Forensik RS Bhayangkara Mamuju Polda Sulbar, bersama para mahasiswa, langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DI KEMENKES RI JADI INSPIRASI BHABINKAMTIBMAS SEBAGAI AGEN AKSELERASI ELIMINASI TBC DI SULAWESI BARAT

Dari hasil penyisiran di lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa obat-obatan yang diduga dikonsumsi korban, yakni obat penurun demam, obat maag, dan obat penurun kolesterol.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara guna dilakukan pemeriksaan luar dan pemeriksaan penunjang. Pemanfaatan teknologi CT SCAN menjadi bagian penting dalam Investigasi Ilmiah (Scientific Crime Investigation)dengan pendekatan Forensik.

Hasilnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Temuan utama mengarah pada pembesaran jantung.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar dan ditunjang dengan CT Scan yang menunjukkan adanya kardiomegali, serta tidak adanya trauma, kami menyimpulkan penyebab kematian korban adalah akibat serangan jantung,” tegas AKBP. Mauluddin saat dikonfirmasi.

Kemenkum Sulbar Yakini Kopi Robusta Mamasa Menjadi Indikasi Geografis

Mahasiswa Belajar Langsung Asuhan Keperawatan Mati Wajar
Keterlibatan mahasiswa dalam kasus ini merupakan implementasi nyata dari praktik kompetensi bidang dengan materi pokok Asuhan Keperawatan Kasus Mati Wajar.

Di bawah supervisi Dokter Forensik, mahasiswa dilibatkan dalam tahapan penting: mulai dari pengkajian jenazah, dokumentasi medikolegal, pencatatan barang bukti, hingga penyusunan data untuk bahan Visum et Repertum.

“Kami sangat mengapresiasi sinergi dengan RS Bhayangkara. Melalui praktik seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami bagaimana bekerja secara profesional, sistematis, dan berbasis ilmiah dalam mendukung penegakan hukum,” ujar Dr. Fajrillah Kolomboy, S.Kep, Ns, M.Kep, Direktur Poltekkes Kemenkes Mamuju.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Poltekkes Kemenkes Mamuju dalam mencetak lulusan Keperawatan Forensik yang kompeten, khususnya dalam penanganan kasus kematian wajar maupun tidak wajar dengan pendekatan keperawatan forensik dan teknologi forensik modern.”(lis/)

DJKI Gratiskan Pencatatan Lagu dan Musik untuk Perkuat Tata Kelola Royalti Musik

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *