MAMUJU ā Penguatan kapasitas kepemimpinan aparatur menjadi salah satu langkah penting dalam membangun organisasi yang adaptif dan berorientasi pada hasil. Hal ini sejalan dengan keikutsertaan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat dalam penutupan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 77 Tahun Anggaran 2026, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang digelar secara daring tersebut diikuti jajaran Kanwil Kemenkum Sulbar melalui Zoom Meeting dari Ruang Baharudin Lopa. Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian pelatihan sekaligus menjadi awal penerapan pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan di lingkungan kerja.
PKA Angkatan 77 berlangsung pada 8 Juni hingga 22 Oktober 2026 dengan pola pembelajaran blended learning. Sebanyak 44 peserta dari lingkungan Kementerian Hukum mengikuti program tersebut, yang mencakup pejabat administrator, pejabat pengawas, serta pejabat fungsional Ahli Madya dan Ahli Muda.
Program ini dilaksanakan selama 113 hari dengan total 915 Jam Pelajaran. Seluruh peserta berhasil menyelesaikan pelatihan dengan hasil kelulusan 15 orang berkualifikasi sangat memuaskan dan 29 orang berkualifikasi memuaskan. Penyelenggara juga memberikan apresiasi kepada sepuluh peserta yang menempati peringkat terbaik.
Dalam arahannya, Kepala BPSDM Hukum mengingatkan bahwa keberhasilan mengikuti pelatihan harus dibuktikan melalui perubahan nyata dalam cara kerja dan pengelolaan organisasi. Kompetensi yang telah diperoleh diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademis, tetapi diterapkan untuk menjawab tantangan di unit kerja masing-masing.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah keberlanjutan aksi perubahan. Para peserta diharapkan mampu menjadikan inovasi yang telah dirancang sebagai bagian dari proses kerja, dengan melibatkan tim pelaksana serta pihak-pihak terkait agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Evaluasi berkala, dukungan data, dan indikator capaian juga diperlukan untuk mengetahui efektivitas setiap perubahan yang diterapkan. Di samping itu, jejaring alumni diharapkan menjadi ruang kolaborasi untuk bertukar pengalaman dan mengembangkan pendekatan baru dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menekankan pentingnya menjadikan pengembangan kompetensi sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme aparatur. Menurutnya, kemampuan memimpin harus tercermin dalam ketepatan pelaksanaan tugas, efektivitas kerja, serta kemampuan menghadirkan solusi atas kebutuhan organisasi.
Ia juga mendorong agar inovasi yang dihasilkan melalui pelatihan dapat diterapkan sesuai kebutuhan Kanwil Kemenkum Sulbar, sehingga memberikan dampak positif terhadap tata kelola organisasi dan mutu pelayanan hukum kepada masyarakat.
Keikutsertaan dalam penutupan PKA Angkatan 77 ini menjadi bagian dari komitmen Kanwil Kemenkum Sulbar untuk terus mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Dengan kompetensi yang terus diperkuat dan inovasi yang diterapkan secara konsisten, organisasi diharapkan semakin profesional, responsif, dan mampu memberikan pelayanan hukum yang lebih optimal.



Comment