MAMUJU, SULBAR INFO – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka melalui Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat dr. Nursyamsi Rahim menegaskan dukungan penuh percepatan eliminasi Tuberkulosis di Sulawesi Barat.
Melalui Kepala DKPPKB, Gubernur menekankan bahwa penanganan TBC merupakan implementasi Quick Wins Sulbar Sehat dan visi Sulbar Maju dan Sejahtera.
Kepala DKPPKB dr. Nursyamsi Rahim mendorong implementasi GARATTA TBC sebagai strategi percepatan yang mengintegrasikan peran tenaga kesehatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, kader, dan lintas sektor hingga tingkat desa.

Data semester I 2026 mencatat estimasi kasus TBC Sulbar 5.504 kasus, baru ditemukan 1.675 kasus, dan dari 7.249 kontak erat baru 365 orang yang mendapat Terapi Pencegahan TBC.
Untuk itu, DKPPKB bersama Biddokkes Polda Sulbar memperkuat kerja sama melalui gerakan KETUK DOORS BHABINKAMTIBMAS serta penguatan DOKPOL MITRA SEKOLAH.
Program ini merupakan gagasan inovatif dari Kasubbid Kespol Biddokkes Polda Sulbar AKBP Dr. dr. Mauluddin M, S.Sos., SH., M.Biomed., Sp.FM.
Melalui konsep Deteksi, Observasi, Obati, Rawat dan Sembuhkan (DOORS), Bhabinkamtibmas melakukan penyisiran dari pintu ke pintu di desa binaan, sementara Dokpol Mitra Sekolah masuk ke sekolah-sekolah sebagai mitra kesehatan pelajar untuk edukasi deteksi dini gejala TBC, etika batuk, dan pembentukan duta sehat sekolah.

Menurut dr. Mauluddin, sinergi Bhabinkamtibmas dan Dokpol Mitra Sekolah sangat efektif karena keduanya memiliki kedekatan dengan masyarakat.
Dirbinmas Polda Sulbar Kombes Pol Prasetya Sejati menegaskan jajaran Binmas dan Bhabinkamtibmas siap menjadi ujung tombak patroli kesehatan masyarakat dan mendukung penuh percepatan eliminasi TBC menuju Indonesia Bebas TBC 2030.



Comment