BANDUNG, – Pengalaman langsung di pusat komando digital Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi bekal penting bagi Polda Sulawesi Barat dalam mempercepat eliminasi Tuberkulosis.
Rombongan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XV BBPK Jakarta melakukan Visitasi Kepemimpinan Nasional / VKN ke Jabar Command Center, pada 09 Juli 2025. Kegiatan ini bagian dari Sub Tema 3 (tiga) yaitu “Kepemimpinan Adaptif dalam Akselerasi Transformasi Digital dan Optimalisasi Ekosistem Data Kesehatan”.
Belajar Integrasi Data dan Layanan Publik di Jabar Command Center,
Rombongan Kelompok III yang dipimpin AKBP Dr. dr. Mauluddin M., S.Sos., M.H., Sp.FM dari Biddokkes Polda Sulbar, dengan sekretaris Effira dan dibimbing Dr. Ina Yuniati, Dipl.M, M.Sc selaku Widyaiswara Ahli Utama BBPK Jakarta Kemenkes, disambut langsung di ruang pusat kendali. Di sana terpampang video wall besar yang menampilkan visualisasi data real-time, peta sebaran, dan layanan “Menjawab Kebutuhan Informasi Warga Jawa Barat 24 Jam”.

Anggota Kelompok dari lintas sektor lainnya yaitu: Ade Palupi Muchtar, Ahadi Wahyu Hidayat, Anggriany Rauf, Muhammad Zulfikar Biruni, Nursiah, Solihah Widyastuti dari Kemenkes, Dhiwangkoro Aji Kadarmo dari Polri, dan Rose Iptriwandhani dari BNN.
Visitasi ini mengacu pada arah kebijakan Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Visi Jabar adalah: “JABAR ISTIMEWA: LEMBUR DIURUS, KOTA DITATA”.
Untuk mewujudkan visi tersebut, dijabarkan dalam 4 (empat) Misi utama:
1. Mewujudkan Sumber Daya Manusia Berkarakter.
2. Mengembangkan ekonomi kerakyatan dan investasi berbasis kearifan lingkungan yang tidak eksploitatif.
3. Menjaga Keseimbangan Disparitas Pembangunan utara-selatan, miskin-kaya, serta perkotaan dan pedesaan.
4. Mewujudkan Birokrasi yang Adaptif, berorientasi pelayanan dan sesuai dengan prinsip Good and Clean Governance.

Dari misi ke-4 inilah lahir inovasi Diskominfo Jabar. Jabar Command Center, Satu Data Jabar, Sapawarga, hingga JSOC merupakan wujud nyata birokrasi adaptif dan pelayanan berbasis data. Semua dirancang agar kebijakan pemerintah cepat, akurat, transparan, dan manfaatnya dirasakan sampai ke “lembur” atau desa.
Ada 3 (tiga) Program Unggulan yang Diadopsi untuk KETUK DOORS selama visitasi, dengan mempelajari program unggulan Diskominfo Jabar:
1. Jabar Command Center sebagai Pusat Pengambilan Keputusan
Berfungsi sebagai pusat visualisasi dan integrasi data antara Provinsi Jawa Barat dengan seluruh Kabupaten/Kota. Tujuannya mendukung proses pengambilan kebijakan berdasarkan data dan teknologi secara real-time. Ini menjadi model untuk Executive Health Dashboard TBC di KETUK DOORS.
2. Ekosistem Data Jawa Barat
Pada infografis “EKOSISTEM DATA JAWA BARAT” dijelaskan bahwa Jabar membangun portal integrasi, bagi-pakai, visualisasi dan keterbukaan data. Tujuannya memastikan data dikelola dengan baik untuk perumusan kebijakan yang lebih akurat, pemerintahan yang transparan, dan partisipasi publik terbuka. Prinsip ini akan diterapkan pada integrasi data Bhabinkamtibmas – Puskesmas – Dinkes di Sulbar.
3. Sapawarga dan Desa Digital
Program “SAPAWARGA” merupakan fasilitas gadget dan platform aplikasi untuk mempermudah warga menyampaikan aspirasi dan mendapatkan layanan publik. Sementara “DESA DIGITAL” berfokus pada peningkatan taraf hidup melalui inovasi digital, literasi, dan penggunaan internet bekerja sama dengan pemerintah, korporasi, dan startup. Kedua model ini akan menjadi rujukan untuk fitur pelaporan mandiri dan edukasi TBC berbasis komunitas.
Terdapat 4 (empat) Lesson Learned untuk KETUK DOORS TBC dari hasil VKN, yang dirumuskan dalam pembelajaran strategis:
1. Kepemimpinan Visioner: Digitalisasi harus dimulai dari kebutuhan masyarakat, bukan dari teknologinya.
2. Kepemimpinan Kolaboratif: Diskominfo Jabar berhasil menjadi enabler yang mengintegrasikan 487 aplikasi. Ini penting untuk memutus silo data TBC.
3. Kepemimpinan Berbasis Keamanan & Kepercayaan: Keamanan data adalah prasyarat utama agar masyarakat percaya melaporkan kasus TBC.
4. Kepemimpinan Data-Driven: Keputusan harus berbasis data real-time, bukan intuisi.
“Satu Ketukan, Sejuta Harapan. Setelah melihat Jabar Command Center dan memahami visi Jabar Istimewa: Lembur Diurus Kota Ditata dari Kang Dedi Mulyadi, kami yakin dashboard terintegrasi adalah kunci. Ke depan, 1 laporan dari Bhabinkamtibmas harus langsung terbaca sistem dan ditindaklanjuti nakes,” tegas AKBP Mauluddin.
Roadmap yang disusun: “Quick Win 0-2 bulan” audit data dan tim integrasi, “Jangka Menengah 2-12 bulan” bangun middleware dan AI surveilans, “Jangka Panjang 12-24 bulan” operasionalkan _Executive Health Dashboard TBC_ Polda Sulbar.
Target akhir mendukung “Indonesia Bebas TBC 2030” dengan peningkatan deteksi dan angka kesembuhan >85%.



Comment