Info Sulawesi Barat
Home » Berita » Efektivitas Pelayanan Olah Tkp Aspek Medik Jadi Fokus Pelatihan Dokpol Biddokkes Polda Sulsel

Efektivitas Pelayanan Olah Tkp Aspek Medik Jadi Fokus Pelatihan Dokpol Biddokkes Polda Sulsel

Dokrer Forensik Polri berbagi pengalaman dalam optimalisasi penguatan sinergi tenaga medis, penyidik, dan forensik untuk dukung scientific crime investigation (SCI)

MAKASSAR – Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulawesi Selatan menggelar “Pelatihan Urdoksik Subbid Dokpol Biddokkes Polda Sulsel T.A. 2026” pada 26-27 Agustus 2026 di Aula dr. R. Harjuno, Lantai III Biddokkes.

Pelatihan bertema “Sinergi Olah Tkp Aspek Yang Tepat Dan Prosedural Mengedepankan Scientific Crime Investigation” ini diikuti tenaga medis kepolisian dan penyidik dari berbagai daerah.

Salah satu aksi perubahan yang dipresentasikan adalah “Efektivitas Pelayanan Olah Tkp Aspek Medik Di Biddokkes Polda Sulsel” oleh dr. Ria Haerani Haruna, M.Kes, Peserta Didik Pka Polri Angkatan XVI Ta. 2026.

Fokus materi: dari aspek hukum hingga praktik lapangan

Selama dua hari, peserta dibekali materi komprehensif yang mengintegrasikan aspek hukum, prosedur, dan praktik di lapangan.

Polresta Mamuju Tindak Tegas Pelaku Balap Liar, 4 Motor Diamankan di Pantai Arteri

Hari pertama, Rabu 26 Agustus 2026, dibuka dengan materi “Aspek Hukum Dan Legalitas Penanganan Tkp Dalam Pembuktian Tindak Pidana” oleh Kompol Dr. Heriyanto, AMD, S.H., M.H., M.Adm.Kes, Kasubbid Sunluhkum Bidkum Polda Sulsel.

Dilanjutkan materi “Prosedur Penanganan Tkp” dan “Olah Tkp Aspek Medik” yang disampaikan oleh Akbp Dr. dr. Mauluddin M, S.Sos, M.H., M.Biomed, Sp.F.M, Kasubbid Kespol Polda Sulbar sekaligus salah satu Dokter Forensik Polri.

Materi penguatan sistem juga disampaikan oleh Iptu Dr. Abdillah Makmur, S.H., M.H., Penyidik Ditreskrimum Polda Sulbar. Dalam paparannya beliau membahas judul disertasi terkait “Integrated Scientific Proof System (Isps)” sebagai jawaban tantangan pembuktian modern berbasis data Tkp, Laboratorium, dan digital forensik.

dr. Ria Haerani Haruna, M.Kes juga menjadi pemateri pada sesi “Layanan Call Terasik – Call Centre Quick Response Kedokteran”. Sesi praktik ditutup dengan “Praktik Lapangan Penanganan Olah Tkp Aspek Medik” dan sinkronisasi hasil.

Tujuan: profesionalitas sejak detik pertama di tkp

Dinkes Sulbar dan Polda Sulbar Sinergi Lewat Monev PPM TBC dan Program Ketuk Doors

Dalam aksi perubahannya, dr. Ria menegaskan tujuan utama pelatihan ini.
“Membekali tenaga medis dan penegak hukum dengan kemampuan mengidentifikasi, mengamankan, serta menganalisis tanda-tanda medis dan bukti forensik secara profesional di lokasi kejadian,” ujarnya.

Ada 3 poin utama yang ditekankan:

1. Mengedukasi batasan tindakan medis
“Mengedukasi peserta mengenai fungsi dan batasan tindakan medis darurat tanpa merusak barang bukti. Kita harus menyelamatkan nyawa, tapi juga menjaga keutuhan bukti,” jelasnya.

2. Memperkuat koordinasi lintas fungsi
“Memperkuat koordinasi antara tenaga kesehatan, penyidik kepolisian, dan tim forensik dalam penanganan kasus adalah kunci agar rantai bukti tidak putus,” tambahnya.

3. Penerapan scientific crime investigation
Pelatihan ini mendorong penggunaan “Scientific Crime Investigation (Sci)”.
“Penerapan Scientific Crime Investigation mendukung proses penegakan hukum yang akurat berbasis bukti ilmiah yang sah di mata hukum,” tegas dr. Ria.

Polresta Mamuju Terus Intensifkan Pengaturan Lalu Lintas di Setiap Persimpangan Jalan Kota Mamuju

Harapan ke depan

Melalui aksi perubahan “Efektivitas Pelayanan Olah Tkp Aspek Medik Di Biddokkes Polda Sulsel”, dr. Ria mendorong setiap Biddokkes memiliki SOP yang jelas, sarana Laboratorium yang memadai, dan personel yang terlatih secara berkala.

“Ketika aspek medik di tkp dijalankan tepat dan prosedural, maka keadilan tidak hanya dirasakan, tetapi juga bisa dibuktikan secara ilmiah,” tutupnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *