Mamuju – Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas (Kesprimkom) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, Putri Anindy menerima kunjungan penyandang disabilitas netra dalam rangka audiensi dan silaturahmi untuk memperkuat sinergi mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif bagi seluruh masyarakat. Pertemuan berlangsung di Kantor DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, Selasa 21 Juli 2026.
Audiensi tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan komunitas disabilitas netra untuk membahas berbagai kebutuhan pelayanan kesehatan yang ramah disabilitas, peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, serta penguatan edukasi kesehatan yang dapat diakses oleh seluruh kelompok masyarakat tanpa terkecuali.
Kepala Bidang Kesprimkom DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, Putri Anindy menyampaikan bahwa pemerintah memiliki komitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang adil, setara, dan inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk kolaborasi dalam membangun pelayanan kesehatan yang lebih inklusif. Masukan dari teman-teman disabilitas menjadi bagian penting dalam penyempurnaan layanan agar semakin mudah diakses, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas pentingnya memperkuat promosi kesehatan yang ramah disabilitas, peningkatan akses informasi kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pemenuhan hak-hak kesehatan penyandang disabilitas di Sulawesi Barat.
DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong pembangunan kesehatan yang mengedepankan prinsip tidak meninggalkan siapa pun (no one left behind) melalui penguatan pelayanan kesehatan primer yang inklusif, responsif, dan berkeadilan.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim menyampaikan bahwa upaya ini sejalan dengan Panca Daya ke-3 Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, yaitu Membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berkarakter, untuk mewujudkan Visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan komunitas disabilitas, diharapkan terbangun sistem pelayanan kesehatan yang semakin inklusif, humanis, dan mampu memberikan manfaat yang setara bagi seluruh masyarakat Sulawesi Barat.



Comment