Dalam pertemuan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat, Eka Budi Nugroho, memaparkan potret optimistis performa ekonomi daerah. Ia mengungkapkan bahwa pada Triwulan I-2026, ekonomi Sulawesi Barat mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,33 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y).

“Pertumbuhan yang cukup signifikan ini ditopang oleh kinerja positif dari sisi lapangan usaha, terutama sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta kuatnya tingkat konsumsi rumah tangga di wilayah Sulbar,” ujar Eka Budi Nugroho.

Selain pertumbuhan ekonomi, BI juga menyoroti kondisi inflasi yang menunjukkan tren stabil. Pada April 2026, inflasi Sulawesi Barat tercatat sebesar 1,66 persen (y-on-y) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 110,89. Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), inflasi berada di angka 0,24 persen.

Angka ini menunjukkan keberhasilan pengendalian inflasi yang cukup drastis jika dibandingkan dengan posisi Januari 2026 yang sempat menyentuh 4,34 persen (y-on-y).

Berdasarkan data yang dirilis, terdapat beberapa komoditas utama yang menjadi penyumbang inflasi pada April 2026, di antaranya:

Progres Pembangunan Jembatan Garuda di Mamuju Tunjukkan Perkembangan Positif

Eka Budi Nugroho menjelaskan bahwa kenaikan pada komoditas beras di bulan April bersifat teknis, yakni dipicu oleh kenaikan biaya kemasan, bukan berasal dari kenaikan harga gabah di tingkat petani.

Di sisi lain, terdapat komoditas yang menjadi penahan laju inflasi, yaitu tiga jenis ikan laut. Hal ini dipicu oleh meningkatnya hasil tangkapan nelayan yang melimpah, sehingga harga di pasar relatif menurun.

Secara spasial, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Mamuju sebesar 2,19 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kabupaten Majene dengan angka 1,31 persen.

Meski inflasi April 2026 tergolong stabil dan lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, Eka menekankan pentingnya kewaspadaan. Pemerintah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sempat memantau ketat adanya potensi kenaikan harga pada pekan kedua April untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Melalui kegiatan Sipakada Media ini, Bank Indonesia berharap media massa dapat terus menjadi mitra strategis dalam memberikan edukasi dan informasi yang akurat mengenai stabilitas ekonomi kepada masyarakat luas di Sulawesi Barat

Praperadilan IRM Tersangka Kasus Penipuan 600 Juta Ditolak Pengadilan Negeri Mamuju