MAJENE, SULBAR INFO — Warga pesisir Pantai Barane, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, digegerkan dengan penemuan seorang nelayan yang ditemukan meninggal dunia di atas perahunya di perairan Pantai Barane, Kamis (4/6/2026) siang.
Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Ikram yang saat itu berada di sekitar bibir pantai.
Dari kejauhan, ia melihat sebuah perahu yang berada tidak jauh dari garis pantai dalam kondisi mencurigakan.
Menurut keterangan Ikram, awalnya ia melihat sesuatu yang tidak biasa dari arah laut. Saat memperhatikan lebih seksama, ia melihat hanya bagian kaki seseorang yang tampak dari atas perahu.
“Saya berdiri di bibir pantai melihat ke arah laut. Saya melihat ada perahu di sana dan yang terlihat hanya kakinya saja. Karena merasa curiga, saya kemudian memanggil orang tua saya untuk sama-sama melihat kondisi tersebut,” ujar Ikram kepada awak media.
Setelah memastikan keberadaan perahu tersebut, Ikram bersama beberapa warga lainnya mengarahkan pandangan ke lokasi yang dimaksud. Mereka kemudian menyadari bahwa orang yang berada di atas perahu itu diduga sudah tidak bernyawa.
Kabar penemuan tersebut dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian warga sekitar.
Sejumlah masyarakat berbondong-bondong menuju bibir pantai untuk melihat proses evakuasi korban.
Dari informasi yang dihimpun, korban diketahui merupakan seorang nelayan yang berasal dari Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar.
Identitas korban segera diketahui setelah keluarga korban mendapat informasi mengenai penemuan tersebut.
Tidak lama kemudian, pihak keluarga datang ke lokasi untuk memastikan kondisi korban.
Suasana haru pun menyelimuti lokasi ketika keluarga korban mengetahui bahwa anggota keluarganya telah meninggal dunia.
Warga bersama keluarga korban kemudian berupaya melakukan evakuasi jenazah.
Namun proses pemulangan jenazah sempat terkendala karena ambulans yang ditunggu-tunggu tidak kunjung tiba di lokasi.
Menurut sejumlah warga, keluarga korban telah menunggu cukup lama dengan harapan jenazah dapat dibawa menggunakan kendaraan ambulans.
Akan tetapi hingga beberapa waktu berselang, ambulans yang diharapkan belum juga datang.
Karena mempertimbangkan kondisi dan waktu yang terus berjalan, keluarga akhirnya memutuskan membawa jenazah pulang ke kampung halamannya di Tinambung menggunakan perahu.
Proses pemulangan jenazah melalui jalur laut tersebut berlangsung dengan pengawalan dan bantuan warga yang berada di sekitar lokasi penemuan.
Pemandangan tersebut menjadi perhatian masyarakat yang menyaksikan langsung proses evakuasi hingga keberangkatan jenazah menuju Tinambung.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya korban. Pihak keluarga dan warga masih menunggu informasi lebih lanjut terkait penyebab kematian nelayan tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat pesisir Majene dan Polewali Mandar mengingat korban ditemukan seorang diri di atas perahu saat berada di tengah aktivitas melaut.
Warga berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan mengenai penyebab kejadian tersebut serta meningkatkan respons penanganan darurat di wilayah pesisir.
Penemuan nelayan meninggal dunia di atas perahu ini menjadi duka bagi keluarga korban dan masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas melaut.
Banyak warga yang turut menyampaikan belasungkawa serta mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.(*)



Comment