Mamuju – Polresta Mamuju melalui Satuan Samapta dengan gagas program Gerakan Polisi Mengaji, sebuah inovasi dalam membangun generasi Islami sekaligus memberantas buta aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Program ini dilaksanakan di Masjid Darussalam, Jl. Soekarno Hatta, Kelurahan Karema Mamuju, Selasa, 14 April 2026
Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TPQ) melibatkan langsung personel kepolisian sebagai tenaga pengajar. Kegiatan berlangsung rutin setiap sore pukul 16.00 hingga 17.30 WITA, di luar jam dinas
Kasat Samapta Polresta Mamuju, AKP Sirajuddin, menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata Polri Presisi dengan pendekatan humanis.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pembina moral dan sahabat masyarakat, khususnya bagi generasi muda,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, anak-anak dan remaja dibimbing membaca Al-Qur’an (Iqra dan Mushaf), mempelajari tajwid dasar, menghafal surat pendek, serta pembinaan akhlak Islami. Tambahnya
Sejumlah personel Sat Samapta Polresta Mamuju bahkan merupakan hafidz Qur’an yang turut membimbing secara langsung. Bripda Muhm Alwi MC dan Bripda Zulkifli Burhanuddin. Terang AKP Sirajuddin
Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Pengurus Masjid Darussalam menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan polisi dalam kegiatan keagamaan.
“Ini program yang sangat positif dan bermanfaat. Kami berharap bisa terus berlanjut,” ungkap salah satu pengurus.
Hal senada disampaikan salah satu orang tua santri yang melihat perubahan signifikan pada anak-anak mereka.
“Anak-anak jadi lebih semangat mengaji dan lebih disiplin. Kami sangat terbantu,” ungkapnya
Antusiasme peserta yang terus meningkat menjadi bukti nyata bahwa program ini diterima dengan baik oleh masyarakat. Selain meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an, kegiatan ini juga mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat sejak usia dini.
Melalui Gerakan Polisi Mengaji, Polresta Mamuju berharap dapat mencetak generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, serta menjadi fondasi kuat bagi masa depan bangsa.
Mamuju – Polresta Mamuju melalui Satuan Samapta dengan gagas program Gerakan Polisi Mengaji, sebuah inovasi dalam membangun generasi Islami sekaligus memberantas buta aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Program ini dilaksanakan di Masjid Darussalam, Jl. Soekarno Hatta, Kelurahan Karema Mamuju, Selasa, 14 April 2026
Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TPQ) melibatkan langsung personel kepolisian sebagai tenaga pengajar. Kegiatan berlangsung rutin setiap sore pukul 16.00 hingga 17.30 WITA, di luar jam dinas
Kasat Samapta Polresta Mamuju, AKP Sirajuddin, menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata Polri Presisi dengan pendekatan humanis.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pembina moral dan sahabat masyarakat, khususnya bagi generasi muda,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, anak-anak dan remaja dibimbing membaca Al-Qur’an (Iqra dan Mushaf), mempelajari tajwid dasar, menghafal surat pendek, serta pembinaan akhlak Islami. Tambahnya
Sejumlah personel Sat Samapta Polresta Mamuju bahkan merupakan hafidz Qur’an yang turut membimbing secara langsung. Bripda Muhm Alwi MC dan Bripda Zulkifli Burhanuddin. Terang AKP Sirajuddin
Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Pengurus Masjid Darussalam menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan polisi dalam kegiatan keagamaan.
“Ini program yang sangat positif dan bermanfaat. Kami berharap bisa terus berlanjut,” ungkap salah satu pengurus.
Hal senada disampaikan salah satu orang tua santri yang melihat perubahan signifikan pada anak-anak mereka.
“Anak-anak jadi lebih semangat mengaji dan lebih disiplin. Kami sangat terbantu,” ungkapnya
Antusiasme peserta yang terus meningkat menjadi bukti nyata bahwa program ini diterima dengan baik oleh masyarakat. Selain meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an, kegiatan ini juga mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat sejak usia dini.
Melalui Gerakan Polisi Mengaji, Polresta Mamuju berharap dapat mencetak generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, serta menjadi fondasi kuat bagi masa depan bangsa



Comment