ADVETORIAL Info Sulawesi Barat
Home » Berita » Terima Mahasiswa KKN-PPM UGM, Bau Akram Dai Dorong Promosi Wisata dan Penguatan Tata Kelola Desa Wisata

Terima Mahasiswa KKN-PPM UGM, Bau Akram Dai Dorong Promosi Wisata dan Penguatan Tata Kelola Desa Wisata

Mamuju – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat, Bau Akram Dai, menerima kunjungan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) peserta Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode II Tahun 2026, di Ruang Kerja Kepala Dispoparekraf Sulbar, pada Kamis, 2 Juli 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Bau Akram Dai didampingi Kepala Bidang Industri, Investasi, dan Pemasaran Pariwisata (IIPP), Abdi Yansya Hijra.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor pariwisata di Sulawesi Barat.

Bau Akram Dai menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa UGM yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Sulawesi Barat.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa melalui program KKN menjadi kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam memperkenalkan potensi daerah sekaligus memberdayakan masyarakat.

Didampingi Bupati Mamuju, Zulhas Salurkan 5 Ton Beras kepada 500 Warga

“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa UGM di Sulawesi Barat. Kami berharap selama melaksanakan KKN, mahasiswa tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga dapat menjadi duta promosi yang memperkenalkan potensi wisata Sulawesi Barat kepada masyarakat luas,” ujar Bau Akram.

Bau Akram menjelaskan bahwa Sulbar memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, mulai dari wisata alam, budaya, hingga wisata bahari. Kawasan pesisir Sulawesi Barat yang membentang dari Paku di Kabupaten Polewali Mandar hingga Suremana di Kabupaten Pasangkayu menyimpan berbagai destinasi yang layak dikembangkan dan dipromosikan.

Selain itu, Sulbar juga memiliki potensi ekowisata yang khas melalui keberadaan burung maleo sebagai satwa endemik yang menjadi kekayaan hayati daerah.

“Potensi wisata Sulawesi Barat sangat beragam. Tidak hanya pantai dan budaya, tetapi juga ekowisata dengan keberadaan burung maleo sebagai satwa endemik. Potensi ini perlu dikenalkan secara lebih luas sehingga mampu menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Bau Akram.

Bau Akram menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, untuk mempercepat pembangunan daerah melalui penguatan sektor-sektor unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Konser Charly Van Houten Di Mamuju Sukses, Kapolresta : Sinergitas TNI Polri Jamin Keamanan

Sementara itu, Kepala Bidang Industri, Investasi, dan Pemasaran Pariwisata, Abdi Yansya Hijra, berharap mahasiswa KKN dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat tata kelola desa wisata.

Menurutnya, salah satu bentuk pendampingan yang dapat dilakukan adalah membantu pemerintah desa menyusun regulasi berupa Peraturan Desa sebagai dasar hukum pengelolaan potensi wisata.

“Kami berharap mahasiswa dapat mendampingi pemerintah desa menyusun sebuah legacy berupa Peraturan Desa tentang pengelolaan potensi wisata. Regulasi ini penting agar desa memiliki kepastian hukum, arah kebijakan yang jelas, serta pedoman dalam mengembangkan potensi wisata secara terarah, adil, dan berkelanjutan,” kata Abdi Yansya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Dispoparekraf Sulawesi Barat optimistis pengembangan sektor pariwisata dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan kemajuan daerah.

Respon Cepat Call Center 110, Polresta Mamuju Tangkap Pelaku Penganiayaan Berdarah di Depan King Karaoke

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *