Info Sulawesi Barat
Home » Berita » DALAM RANGKA PKN II TAHUN 2026 BBPK JAKARTA KEMENKES SEMINARKAN KELAYAKAN RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN KETUK DOORS BHABINKAMTIBMAS PEDULI TBC DI WILAYAH HUKUM POLDA SULAWESI BARAT

DALAM RANGKA PKN II TAHUN 2026 BBPK JAKARTA KEMENKES SEMINARKAN KELAYAKAN RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN KETUK DOORS BHABINKAMTIBMAS PEDULI TBC DI WILAYAH HUKUM POLDA SULAWESI BARAT

MAMUJU SULBAR INFO — Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menggelar Seminar Rancangan Proyek Perubahan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XV Tahun 2026. Salah satu rancangan yang diseminarkan adalah “KETUK DOORS: Akselerasi Eliminasi Tuberkulosis” yang digagas Kepolisian Daerah Sulawesi Barat, dengan Tagline: “SATU KETUKAN, SEJUTA HARAPAN, SULBAR BEBAS TBC 2030”.

Proyek perubahan ini diusulkan oleh AKBP. Dr. dr. Mauluddin M., S.Sos, MH, Sp.FM, NDH.15, jabatan Kasubbid Kespol Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulawesi Barat.

Dalam forum seminar tersebut, rancangan diuji oleh Dr. Agus Triyono, S.Si, M.Kes, Staf Ahli Bidang Sosial, Politik dan Kebijakan Publik Kementerian Ketenagakerjaan RI. Pembimbing akademik (Coach) dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta adalah Dr. Ina Yuniati, Dipl.M, M.Sc. Sementara pembimbing substansi kepolisian (Mentor) adalah Kombes Pol. Prasetya Sejati, SIK, Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Sulawesi Barat.

Capaian Program Tuberkulosis di Sulawesi Barat Belum Optimal
Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis Kementerian Kesehatan Semester I Tahun 2026, capaian program penanggulangan Tuberkulosis di Provinsi Sulawesi Barat masih berada di bawah target nasional.

Sempat Kabur hingga Kalimantan, DPO Pengeroyokan Tapalang Akhirnya Datangi Polisi Serahkan Diri

Tingkat penemuan kasus baru tercatat 33 % dari target nasional 45 %. Investigasi kontak mencapai 63 % dari target 90 %. Sementara cakupan Tuberculosis Preventive Treatment (TPT) atau pemberian obat pencegahan Tuberkulosis baru 5 % dari target 80 %.

Kondisi di Kabupaten Mamuju (sebagai wilayah ibu kota Provinsi) tercatat lebih rendah. Penemuan kasus 34 %, investigasi kontak 46 %, dan cakupan Tuberculosis Preventive Treatment 20 persen. Pada tiga desa lokus di Mamuju yaitu Desa Botteng, Desa Bambu, dan Desa Topore, capaian pemberian Tuberculosis Preventive Treatment (TPT) hanya berkisar 4 % hingga 10 %.

“Kesenjangan data ini menjadi dasar urgensi. Tanpa intervensi yang terpadu dan menyentuh langsung ke masyarakat, target Eliminasi Tuberkulosis tahun 2030 akan sulit tercapai,” ujar penggagas dalam pemaparan seminar.

Transformasi Peran Bhabinkamtibmas Menjadi Agen Kesehatan
KETUK DOORS merupakan singkatan dari Deteksi, Observasi, Obati, Rawat, dan Sembuhkan. Rancangan ini mengusung konsep Kepemimpinan Adaptif Bhabinkamtibmas dalam Akselerasi Eliminasi Tuberkulosis yang Terpadu, Transformatif, Unggul, dan Kolaboratif berbasis data Sistem Informasi Tuberkulosis.

Antrean BBM Tetap Padat, Lalu Lintas Kini Lancar Berkat Pos Pantau Polresta Mamuju

Dengan tagline “Satu Ketukan, Sejuta Harapan, Menuju Eliminasi TBC 2030”, inovasi ini mengubah peran Bhabinkamtibmas. Dari fungsi utama sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, diperluas menjadi agen perubahan di bidang kesehatan masyarakat.

Pendekatan yang digunakan adalah kunjungan dari rumah ke rumah yang berbasis keluarga. Penentuan sasaran intervensi menggunakan data dari Sistem Informasi Tuberkulosis Kementerian Kesehatan agar tepat sasaran dan akuntabel.

“KETUK DOORS bukan sekadar perubahan prosedur kerja. Ini adalah transformasi menyeluruh yang mencakup tiga hal utama, yaitu transformasi peran aktor, perubahan model kerja dari berbasis fasilitas kesehatan menjadi berbasis komunitas, dan penguatan tata kelola melalui kolaborasi lintas sektor,” jelas penggagas.

Lima Manfaat Strategis dan Dampak yang Diharapkan
Rancangan ini dirancang untuk memberikan lima manfaat strategis.

Pertama, meningkatkan capaian eliminasi Tuberkulosis melalui penemuan kasus lebih cepat dengan menyasar kontak erat.

Pemprov Sulbar Perkuat Mitigasi Bencana melalui Kerja Sama dengan IMV Corporation Jepang untuk Instalasi Sistem Seismometer

Kedua, memperkuat kolaborasi lintas sektor antara Kepolisian, Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Pemerintah Desa.

Ketiga, mewujudkan tata kelola adaptif berbasis data dengan memanfaatkan dashboard untuk penentuan sasaran, pemantauan, dan evaluasi secara real time.

Keempat, memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi melalui deteksi dini untuk menekan biaya pengobatan dan mengurangi kehilangan produktivitas masyarakat.

Kelima, memastikan keberlanjutan dan kemudahan replikasi karena didukung Standar Operasional Prosedur, buku petunjuk teknis, dan sistem dashboard.

Dampaknya ditargetkan kepada tiga pihak. Bagi Kepolisian, peran Bhabinkamtibmas menjadi lebih humanis dan solutif. Bagi Dinas Kesehatan, penemuan kasus dan cakupan Tuberculosis Preventive Treatment diharapkan meningkat. Bagi masyarakat, akses layanan menjadi lebih dekat, deteksi dilakukan lebih awal, dan stigma terhadap penderita Tuberkulosis dapat ditekan.

Implementasi Tahap Awal Dimulai Agustus 2026
Implementasi tahap awal dijadwalkan pada Agustus hingga September 2026. Rangkaian kegiatannya meliputi penguatan komitmen dan tata kelola melalui penerbitan Surat Keputusan Tim dan Standar Operasional Prosedur, penguatan kapasitas melalui sosialisasi dan pelatihan bagi Bhabinkamtibmas, penguatan digitalisasi dengan membangun Dashboard KETUK DOORS yang terintegrasi, serta pelaksanaan di lapangan berupa patroli kesehatan berbasis data di tiga desa lokus Kabupaten Mamuju.

Dengan semangat “Bhabinkamtibmas Peduli Tuberkulosis, Masyarakat Sehat, Indonesia Kuat”, KETUK DOORS diharapkan menjadi model nasional dalam mendukung target Indonesia Bebas Tuberkulosis Tahun 2030 dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *