Mamuju – Polsek Mamuju terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan melakukan pendampingan langsung kepada para petani jagung didesa Tadui Mamuju. Jumat, 6 Februari 2026
Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan hasil panen jagung dikeringkan hingga mencapai kadar air ideal, yakni sekitar 13 persen, agar kualitas jagung tetap terjaga dan memiliki nilai jual yang baik.
Kegiatan pendampingan penjemuran jagung ini melibatkan Kapolsek Mamuju bersama Wakapolsek serta seluruh jajaran Bhabinkamtibmas. Kehadiran aparat kepolisian di tengah para petani tidak hanya sebagai bentuk pendampingan, tetapi juga sebagai upaya memberikan edukasi terkait tata cara penanganan pasca panen yang benar.
Kapolsek Mamuju AKP Mustapa menyampaikan bahwa proses penjemuran sangat penting setelah panen. Jagung yang belum mencapai kadar kering optimal berisiko mengalami penurunan kualitas, mudah berjamur, dan berdampak pada harga jual. Oleh karena itu, Polsek Mamuju secara aktif mengedukasi petani agar lebih teliti dan sabar dalam proses pengeringan.
“Kami terus berusaha petani benar-benar untung. Jika kualitas jagung baik, maka harga jualnya juga meningkat. Ini sejalan kami gaungkan yakni petani untung menuju negara swasembada pangan,” ujar Kapolsek.
Kekompakan Kapolsek, Wakapolsek, dan para Bhabinkamtibmas menjadi kunci dalam menggencarkan edukasi kepada petani, mulai dari tahap penanaman, perawatan, hingga pasca panen. Program pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Melalui sinergi antara kepolisian dan masyarakat, Polsek Mamuju berharap sektor pertanian, khususnya jagung, dapat terus berkembang dan menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.



Comment