Mamuju – Upaya menjamin stabilitas harga dan kualitas hasil panen jagung, Polsek Tapalang di Polresta Mamuju melakukan pengawalan dan pendampingan terhadap proses pengeringan jagung milik petani sebelum diserap oleh Perum Bulog. Rabu, 25 Februari 2026
Langkah ini dilakukan guna memastikan kadar air jagung mencapai standar maksimal 11,9 persen, sesuai ketentuan kualitas terbaik pembelian oleh Bulog.
Dengan terpenuhinya standar tersebut, petani tidak mengalami pemotongan harga akibat kadar air tinggi, dan di sisi lain Bulog juga terhindar dari potensi kerugian akibat penyusutan dan penurunan kualitas selama penyimpanan.
Kapolsek Tapalang AKP H. Mino menyampaikan bahwa kehadiran personel kepolisian merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional serta upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam tata niaga hasil pertanian.
“Kami hadir untuk memastikan proses pengeringan berjalan optimal dan sesuai standar. Dengan kadar air 11,9 persen, kualitas jagung terjaga, petani mendapatkan harga yang layak, dan Bulog pun menerima komoditas sesuai spesifikasi,” ujarnya.
Pengawalan ini juga dilakukan dengan koordinasi bersama penyuluh pertanian, pihak Bulog, serta kelompok tani setempat. Petani diberikan pemahaman mengenai pentingnya proses pengeringan yang tepat guna menghindari kerusakan, jamur, dan susut bobot yang dapat berdampak pada nilai jual.
Sejumlah petani di wilayah Tapalang menyambut baik langkah tersebut. Mereka menilai pendampingan dari kepolisian memberikan rasa aman dan kepastian dalam proses penjualan hasil panen.
Dengan sinergi antara aparat kepolisian, Bulog, dan para petani, diharapkan serapan jagung di wilayah Tapalang dapat berjalan maksimal, mendukung ketahanan pangan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan petani.



Comment