Jakarta – Dalam rangka memperkuat sinergi antara pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Anjungan Daerah, telah dilaksanakan kegiatan Senam Bersama dan Rapat Kolaborasi TMII dengan Anjungan Daerah pada Kamis (23/7). Kegiatan berlangsung di Plaza Kori Agung TMII dan dilanjutkan dengan rapat di Bale Panjang, Museum Indonesia TMII.
Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti oleh jajaran pengelola TMII serta perwakilan dari seluruh anjungan daerah sebagai bentuk penguatan kebersamaan dan koordinasi antarpengelola. Selanjutnya, rapat kolaborasi membahas strategi pengoptimalan peran dan fungsi anjungan daerah sebagai sarana promosi budaya, pariwisata, dan potensi unggulan daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam penyelenggaraan berbagai program dan kegiatan di lingkungan TMII.
Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut melalui kehadiran staf, Aliyah, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas pengelolaan dan pelayanan di Anjungan Sulawesi Barat.
Keikutsertaan Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat dalam forum ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya memperkuat promosi potensi daerah melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam rapat tersebut, peserta berdiskusi mengenai penguatan koordinasi, pengembangan program kolaboratif, peningkatan kualitas pelayanan kepada pengunjung, serta optimalisasi pemanfaatan anjungan sebagai media edukasi, promosi daerah, dan pelestarian budaya.
Menanggapi pelaksanaan kegiatan tersebut, Aliyah menyampaikan bahwa forum kolaborasi ini menjadi momentum yang baik untuk menyelaraskan langkah antaranjungan daerah dalam meningkatkan kualitas layanan dan promosi daerah di TMII.
“Kegiatan ini memberikan ruang untuk saling berbagi pengalaman dan menyusun langkah bersama dalam mengoptimalkan fungsi anjungan sebagai etalase budaya dan potensi daerah. Melalui kolaborasi yang semakin kuat dengan TMII dan anjungan daerah lainnya, kami berharap Anjungan Sulawesi Barat dapat menghadirkan program yang lebih inovatif, informatif, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat maupun wisatawan,” ujar Aliyah.
Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi antara TMII dan seluruh Anjungan Daerah semakin kuat, sehingga peran anjungan sebagai pusat promosi budaya, edukasi, serta informasi potensi daerah dapat terus ditingkatkan guna mendukung pelestarian budaya nasional dan pengembangan sektor pariwisata Indonesia.



Comment