Mamuju – Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat bergerak cepat mematangkan tata kelola pemerintahan digital. Langkah ini diwujudkan melalui rapat koordinasi intensif bersama Tim Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Dispoparekraf, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Rapat yang dipimpin Sekretaris Dispoparekraf Sulbar, Andi Saiful Rauf tersebut dimaksudkan membahas penguatan indikator keaktifan media sosial dinas dalam instrumen evaluasi SPBE nasional.
Langkah taktis ini sekaligus sebagai dukungan pada program Sulbar Responsif dari Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, di mana seluruh jajaran perangkat daerah diminta untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi demi menghadirkan pelayanan publik siber yang inklusif, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebelum pembahasan utama, rapat yang berlangsung di Ruang Kerja Sekretaris Dispoparekraf ini didahului dengan pemaparan teknis dari Tim SPBE mengenai perkembangan realisasi konten, identifikasi kendala pengelolaan operasional, serta rekomendasi langkah strategis penanganannya guna optimalisasi media sosial dinas.
Dalam arahannya, Andi Saiful Rauf, mengonstruksikan strategi taktis agar pengelolaan media sosial dinas mampu memenuhi standar mutu penilaian nasional secara komprehensif. Hal ini mencakup tata kelola konten yang terstruktur serta penguatan kapasitas admin dalam menyajikan data pendukung yang valid.
“Optimalisasi media sosial wajib mengacu pada parameter evaluasi SPBE, di mana kita harus mampu menyajikan konten informasi kebijakan secara kontinu serta membangun komunikasi dua arah yang interaktif melalui pemenuhan Standard Operating Procedure respons cepat terhadap atensi masyarakat,” tegas Andi Saiful.
Secara terpisah, Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, memberikan dukungan penuh terhadap langkah taktis tersebut. Ia menyatakan bahwa integrasi teknologi informasi merupakan pilar utama dalam menyukseskan reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
“Optimalisasi media sosial ini memegang peran ganda. Selain mendongkrak indeks SPBE kedinasan, kanal ini adalah instrumen vital kita untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata, mengawal potensi kepemudaan, serta menggeliatkan sektor ekonomi kreatif daerah,” ujar Bau Akram.
Bau Akram menegaskan komitmennya untuk terus memberikan atensi khusus serta pengawasan berkala terhadap proses optimalisasi ini, demi memastikan seluruh kanal digital dinas benar-benar memenuhi standar prima dalam melayani kebutuhan informasi masyarakat.



Comment