Info Sulawesi Barat
Home » Berita » Polemik Kapolres dan Bripda Azril Berakhir Damai, Bupati Pasangkayu: Jangan Lagi Diperbesar Ajak Masyarakat Hentikan Polemik

Polemik Kapolres dan Bripda Azril Berakhir Damai, Bupati Pasangkayu: Jangan Lagi Diperbesar Ajak Masyarakat Hentikan Polemik

PASANGKAYU – Bupati Pasangkayu, H. Yaumil Ambo Djiwa, menegaskan bahwa polemik yang sempat mencuat antara Kapolres Pasangkayu, AKBP Joko Kusumadinata, dengan anggotanya, Bripda Azril Fauzi, telah resmi berakhir melalui penyelesaian secara kekeluargaan.

Pernyataan tersebut disampaikan usai penandatanganan surat kesepakatan damai yang dilakukan kedua belah pihak dan disaksikan langsung oleh Bupati Pasangkayu bersama keluarga Bripda Azril Fauzi serta kuasa hukumnya.

Kesepakatan damai itu ditandatangani secara sukarela di atas materai sebagai bentuk penyelesaian atas insiden yang disebut terjadi pada 1 Juli 2026. Dalam dokumen tersebut ditegaskan bahwa seluruh proses berlangsung atas dasar itikad baik tanpa adanya paksaan, intimidasi maupun tekanan dari pihak mana pun.

Melalui kesepakatan tersebut, kedua belah pihak sepakat mengakhiri seluruh persoalan secara kekeluargaan. Dugaan kekerasan fisik yang sempat menjadi perhatian publik dinyatakan selesai dan tidak akan menimbulkan persoalan lanjutan maupun dendam di kemudian hari.

Selain itu, Kapolres Pasangkayu dan Bripda Azril Fauzi juga sepakat saling memaafkan serta tidak akan menempuh jalur hukum ataupun mengajukan tuntutan dalam bentuk apa pun terkait peristiwa tersebut.

Kapolresta Mamuju Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas, 261 Warga Deklarasi Masyarakat Jaga Polresta

Bupati Pasangkayu H. Yaumil Ambo Djiwa menilai reaksi Kapolres Pasangkayu merupakan hal yang wajar. Menurutnya, siapa pun orang tua pasti akan merasakan hal yang sama ketika melihat anaknya berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Saya rasa itu adalah hal yang manusiawi karena siapa pun melihat anaknya dalam kondisi seperti itu, apalagi anak perempuan, tentu akan merasakan hal yang sama,” ujar Yaumil.

Di sisi lain, Yaumil mengaku telah lama mengenal sosok AKBP Joko Kusumadinata, bahkan jauh sebelum yang bersangkutan menjabat sebagai Kapolres Pasangkayu.

“Saya mengenal Kapolres bukan saat beliau menjabat di Pasangkayu, tetapi jauh sebelumnya. Saya tahu persis bagaimana kepribadiannya sehari-hari dan saya yakin beliau adalah orang baik,” katanya.

Atas dasar itu, Yaumil berharap seluruh pihak menghormati hasil perdamaian yang telah dicapai dan tidak lagi memperpanjang polemik yang sempat berkembang di tengah masyarakat.

Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan: Keberanian Tanpa Perhitungan Bisa Berujung Petaka

“Saya rasa masalah ini sudah selesai dan tidak perlu dibesarkan lagi. Saya berharap seluruh masyarakat tidak perlu membesarkan atau memperpanjang persoalan ini,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Bupati berharap kesepakatan damai tersebut menjadi titik akhir dari seluruh persoalan sekaligus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk mengedepankan musyawarah dan saling memaafkan.

“Saya berharap kesepakatan ini menjadi pegangan bagi kedua belah pihak untuk saling memaafkan. Tidak ada manusia yang luput dari kekhilafan. Kepada ananda Bripda Azril Fauzi, tetaplah fokus bekerja, menjadi anggota Polri yang baik serta melaksanakan arahan dan tugas dari pimpinan,” pesan Yaumil.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *